
Kompas.id:Baca Berita Lengkap
oleh Harian Kompas
4,7
- Keamanan
- 100% Safe
- Kategori
- Berita & Majalah
- Rating
- 4,7
- Harga
- Free
- Unduh
- 1.00M
Aplikasi ini aman, tepercaya, gratis untuk dipasang, dan menawarkan unduhan cepat tanpa risiko atau malware.
Tangkapan Layar








Analisis oleh Getfullapps
Di rumah, berita sering dibaca dalam sela-sela yang berbeda: saya mungkin membuka artikel saat sarapan, sementara orang lain memakai ponsel yang sama kemudian untuk mencari kabar lain. Dalam situasi seperti itu, Kompas.id:Baca Berita Lengkap paling berguna sebagai ruang baca yang sengaja dibuka, bukan linimasa yang terus menyala. Aplikasi dari Harian Kompas ini berada di kategori berita dan majalah, dengan fokus pada artikel yang memberi konteks. Kesan saya, ia cocok bagi orang yang ingin memahami isu Indonesia dengan lebih tenang, tetapi bukan pengganti semua sumber berita di ponsel.
Kalau perangkat dipakai bersama, saya akan memulai dari batas sederhana: setiap orang sebaiknya memahami bahwa bacaan, pilihan, dan pembelian dalam aplikasi mungkin terkait dengan akun yang sedang digunakan. Sebelum orang lain melanjutkan sesi, saya akan memeriksa apakah akun yang terbuka memang milik pembaca berikutnya. Ini bukan soal fitur keluarga khusus, melainkan kebiasaan praktis untuk menghindari kebingungan tentang siapa yang membaca atau mengelola akses.
Membagi perangkat tanpa mencampur kebiasaan
Contoh sehari-hari yang realistis: saya membaca satu laporan sebelum berangkat kerja, lalu pasangan saya memakai ponsel yang sama pada malam hari untuk mengikuti isu lain. Agar pengalaman tetap nyaman, kami bisa menyepakati giliran dan menutup sesi setelah selesai, alih-alih menganggap satu layar sebagai ruang bersama tanpa batas. Bila masing-masing mempunyai perangkat sendiri, pemisahan penggunaan tentu lebih sederhana; bila tidak, komunikasi kecil seperti “saya masih membaca artikel ini” membantu mencegah sesi terputus.
Saya juga akan berhati-hati ketika ada pilihan pembelian atau akses berbayar. Aplikasi ini gratis untuk dipasang, tetapi pembelian dalam aplikasi tersedia; karena itu, pengguna perangkat bersama sebaiknya tidak menekan konfirmasi tanpa memahami siapa yang akan menanggung transaksi. Ini bukan alasan untuk menghindari aplikasi, hanya pengingat bahwa membaca bersama dan membuat keputusan akun atau pembayaran adalah dua hal berbeda.
Rutinitas yang memudahkan koordinasi
Untuk keluarga atau teman serumah yang sama-sama mengikuti berita, cara paling ringan adalah berbagi topik yang menarik setelah masing-masing membaca, bukan bergantian mengirim setiap judul. Misalnya, saya bisa menyebut satu isu yang ingin dibahas saat makan malam, lalu orang lain membaca bila memang tertarik. Pendekatan ini mengurangi tumpukan pesan dan membuat artikel panjang lebih mudah menjadi bahan percakapan daripada sekadar tautan yang cepat terlupakan.
Jika ada pembaca yang hanya punya sedikit waktu, jangan menganggap semua orang harus mengikuti seluruh bacaan. Saya akan memilih satu artikel yang relevan bagi kebutuhan bersama, lalu membiarkan anggota rumah tangga menentukan sendiri apakah ingin membaca lebih jauh. Kompas.id lebih pas untuk sesi terarah daripada konsumsi serba cepat, sehingga koordinasi berdasarkan minat dan waktu terasa lebih masuk akal daripada membuat target bacaan bersama yang kaku.
Usia pembaca dan kepercayaan pada isi
Rating usia 3+ berarti aplikasi ini ditandai untuk kelompok usia tersebut, tetapi bagi saya label usia bukan pengganti pendampingan orang tua. Anak kecil mungkin bisa membuka aplikasi, namun berita tentang peristiwa nyata dapat memuat tema yang perlu dijelaskan sesuai usia dan kesiapan mereka. Orang tua sebaiknya memilih bacaan bersama dan membicarakan konteksnya, bukan berasumsi bahwa setiap artikel otomatis cocok untuk semua anak hanya karena rating aplikasinya rendah.
Artikel Berikutnya untuk Dijelajahi

Hill Climb Racing: Menjaga Keseimbangan di Ambang Terbalik

X (Sebelumnya Twitter): Kabar Terbentuk Langsung di Linimasa

Amazon Shopping Paling Berguna Saat Anda Tahu yang Dicari

Di 8 Ball Pool, Komunitas Terbentuk dari Tantangan dan Persaingan

Uber Mengatur Cara Kota Bergerak

Facebook Makin Menyatu dengan Ponsel, tetapi Tetap Menuntut Perhatian
Untuk remaja, aplikasi ini dapat menjadi titik awal yang baik untuk belajar membedakan informasi, latar belakang, dan pendapat. Saya akan mengajak mereka menanyakan apa yang sebenarnya dilaporkan, bagian mana yang menjelaskan sebab atau dampak, dan informasi apa yang perlu dibandingkan. Tetap penting untuk memeriksa sumber lain pada isu besar. Satu penerbit dapat memberi bacaan yang konsisten, tetapi kebiasaan berpikir kritis tumbuh ketika pembaca tidak menganggap satu artikel sebagai keseluruhan gambaran.
Bagi pengguna dewasa, kepercayaan juga berarti membaca dengan tujuan yang jelas. Saya tidak membuka berita hanya untuk membenarkan kesan pertama; saya mencoba mencari konteks yang mungkin mengubah pemahaman saya. Jika artikel berkaitan dengan keputusan penting, seperti pekerjaan atau keuangan, saya akan mencari konfirmasi lintas sumber. Aplikasi ini paling berguna sebagai bagian dari kebiasaan informasi yang sehat, bukan sebagai otoritas tunggal.
Untuk penggunaan harian, aplikasinya terasa paling masuk akal bagi pembaca yang sudah lelah berpindah-pindah situs, menghadapi halaman penuh gangguan, atau hanya memperoleh potongan informasi dari media sosial. Saya bisa membuka berita, membaca penjelasan yang lebih panjang, lalu menilai suatu isu tanpa harus langsung mengikuti komentar orang lain. Namun, pengalaman terbaiknya bergantung pada kebiasaan membaca. Jika Anda hanya mencari kabar singkat, hasil pertandingan, atau pembaruan cepat setiap beberapa menit, aplikasi ini mungkin terasa terlalu serius.
Bagaimana kondisi aplikasi saat ini
Saya menilai kondisi Kompas.id saat ini paling tepat dari kebiasaan yang bisa dibangun dengannya: membuka berita dengan tujuan, membaca konteks, lalu menentukan apakah isu itu perlu ditelusuri lebih jauh. Untuk pembaca serumah, ada baiknya menyepakati giliran dan memastikan akun yang terbuka sesuai dengan orang yang sedang memakai perangkat, terutama sebelum mengambil keputusan terkait akses atau pembelian.
Ruang baca untuk berita yang tidak berhenti di judul
Nilai utama Kompas.id ada pada cara saya menggunakannya sebagai tempat membaca, bukan sekadar papan notifikasi. Ketika sebuah isu politik, ekonomi, sosial, atau peristiwa nasional berkembang, berita pendek biasanya hanya menjawab apa yang terjadi. Saya memakai aplikasi ini untuk mencari jawaban lanjutan: mengapa peristiwa itu penting, siapa yang terdampak, dan bagaimana konteksnya tersusun.
Store summary-nya, “Baca berita lengkap dan mendalam”, memang menggambarkan arah produk, tetapi pengalaman membaca membuat maksud itu lebih mudah dipahami. Artikel yang panjang menuntut waktu dan perhatian. Bagi saya, itu justru kelebihannya ketika sedang ingin membaca dengan fokus, terutama pada perjalanan pulang, waktu istirahat, atau akhir pekan. Untuk membaca sambil terburu-buru, format seperti ini tidak selalu efisien.
Saya juga melihat aplikasi ini cocok untuk pembaca yang ingin membangun rutinitas informasi. Daripada membuka banyak tab secara acak, saya dapat menjadikan satu aplikasi sebagai titik awal untuk memeriksa isu utama. Pola ini membantu mengurangi kebiasaan membaca hanya dari judul, meskipun tetap bijak membandingkan berita penting dengan sumber lain sebelum mengambil keputusan.
Identitas produk dan kemudahan memulai
Kompas.id tersedia gratis dan ditujukan untuk pengguna dengan rating usia 3+, sehingga hambatan awal untuk mencoba relatif rendah. Aplikasi ini dikembangkan oleh Harian Kompas dan sudah digunakan lebih dari satu juta kali. Di halaman aplikasinya, rata-rata penilaian berada di angka 4,7 dari sekitar dua puluh ribu penilaian, dengan sekitar 2,6 ribu ulasan. Angka tersebut memberi sinyal bahwa produknya sudah memiliki basis pembaca yang cukup besar, walau penilaian pengguna tetap tidak bisa menggantikan pengalaman pribadi.
Aplikasi ini dirilis pada 16 Juni 2017 dan kini berada pada versi 3.2.0. Dukungan minimumnya adalah Android 7.0, jadi pengguna perangkat Android yang sangat lama perlu memeriksa kompatibilitas sebelum berharap bisa memasangnya. Bagi sebagian besar ponsel yang masih digunakan sehari-hari, syarat tersebut seharusnya tidak menjadi masalah, tetapi usia perangkat tetap dapat memengaruhi kenyamanan membaca, perpindahan halaman, dan penggunaan ruang penyimpanan.
Model gratisnya juga perlu dipahami sejak awal. Ada pembelian dalam aplikasi dengan rentang sekitar Rp40.000 sampai Rp959.000 per item. Saya tidak menganggap keberadaan pembelian sebagai kekurangan otomatis, karena pembaca yang serius mungkin memang bersedia membayar akses atau pilihan tambahan. Namun, pengguna yang mengira seluruh pengalaman akan selalu tanpa biaya sebaiknya memperhatikan keterangan yang muncul di dalam aplikasi sebelum melanjutkan.
Perubahan versi dan arti pentingnya bagi pembaca lama
Versi 3.2.0 menunjukkan bahwa aplikasi ini terus dirawat dan tidak berhenti pada bentuk awalnya. Saya melihat nomor versi sebagai tanda perkembangan produk, bukan bukti bahwa setiap aspek sudah sempurna. Dalam aplikasi berita, pembaruan penting bukan hanya soal tampilan, tetapi juga bagaimana pembaca menemukan artikel, berpindah di antara topik, dan kembali ke bacaan tanpa merasa tersesat.
Bagi pengguna lama, pembaruan versi biasanya paling terasa pada stabilitas dan penyesuaian terhadap perangkat yang lebih baru. Saya menyarankan tidak menilai perubahan hanya dari tampilan pertama. Coba gunakan aplikasi selama beberapa hari dengan pola yang realistis: buka berita dari halaman awal, masuk ke artikel panjang, kembali ke daftar bacaan, lalu ulangi ketika jaringan sedang tidak ideal. Dari situ, Anda akan lebih mudah mengetahui apakah versi terbaru benar-benar cocok dengan kebiasaan Anda.
Saya sengaja membedakan hal yang bisa diamati sekarang dari harapan ke depan. Versi 3.2.0 adalah kondisi produk yang tersedia, sedangkan kebutuhan seperti navigasi yang makin ringkas, pengalaman membaca yang lebih personal, atau pengelolaan bacaan yang lebih fleksibel merupakan area yang layak terus diperhatikan. Pembaca tidak seharusnya menganggap sebuah nomor versi sebagai jaminan bahwa semua permintaan pengguna telah terjawab.
Pengaruhnya bagi pengguna yang sudah terbiasa membaca berita
Jika sebelumnya Anda mengandalkan agregator berita, perubahan paling besar bukan pada jumlah informasi, melainkan pada cara memilih perhatian. Agregator unggul dalam mengumpulkan banyak judul dari berbagai sumber. Kompas.id terasa lebih terarah karena saya membukanya dengan niat membaca materi dari satu penerbit tertentu. Trade-off-nya jelas: saya memperoleh pengalaman yang lebih fokus, tetapi tidak otomatis mendapat keragaman sudut pandang sebanyak aplikasi pengumpul berita.
Dibandingkan membaca situs berita melalui peramban, aplikasi khusus terasa lebih praktis ketika saya ingin kembali secara rutin. Saya tidak perlu memulai dari banyak tab atau mengingat halaman mana yang sedang dibaca. Meski begitu, peramban tetap lebih baik untuk pencarian lintas media, membuka rujukan, dan membandingkan laporan dari beberapa penerbit secara bersamaan. Jadi, saya tidak akan menjadikan aplikasi ini satu-satunya alat untuk setiap kebutuhan informasi.
Dibandingkan media sosial, keunggulannya bahkan lebih terasa. Linimasa sosial sangat cepat, tetapi urutan informasinya sering dipengaruhi popularitas, komentar, atau reaksi emosional. Saya memakai Kompas.id ketika ingin mengurangi kebisingan tersebut. Kekurangannya, saya mungkin tidak langsung mengetahui topik yang sedang viral jika belum muncul dalam alur bacaan saya. Untuk kabar yang benar-benar mendesak, saya tetap memeriksa lebih dari satu sumber.
Contoh penggunaan yang paling masuk akal
Bayangkan Anda bekerja dan mendengar banyak rekan membicarakan perubahan kebijakan ekonomi. Di media sosial, Anda menemukan potongan pernyataan yang saling bertentangan. Saya akan membuka Kompas.id, membaca laporan yang lebih lengkap, mencatat istilah yang belum dipahami, lalu mencari pembanding dari sumber lain. Urutannya penting: aplikasi ini membantu membangun pemahaman awal, sementara sumber tambahan membantu menguji apakah kesimpulan saya terlalu sempit.
Contoh lain adalah mahasiswa yang perlu mengikuti isu nasional untuk diskusi kelas. Daripada mengumpulkan tautan secara acak, ia dapat menjadikan aplikasi ini sebagai bahan bacaan rutin, kemudian menulis ringkasan dengan kata-kata sendiri. Saran saya, jangan hanya membaca judul dan paragraf pertama. Pada artikel panjang, informasi yang menjelaskan latar belakang biasanya justru berada setelah bagian pembuka. Membaca sampai selesai membutuhkan waktu, tetapi itulah manfaat utama yang ditawarkan pendekatan aplikasi ini.
Untuk orang tua atau pembaca yang ingin mengurangi konsumsi konten singkat, aplikasi ini juga cukup relevan. Saya bisa menetapkan waktu khusus untuk membaca, misalnya setelah sarapan atau sebelum tidur, tanpa harus terseret terus-menerus oleh notifikasi dari banyak platform. Namun, jika Anda memiliki waktu luang hanya beberapa menit, pilih artikel yang paling relevan saja. Memaksakan semua bacaan justru dapat membuat rutinitas terasa berat.
Tips agar membaca tidak cepat melelahkan
Trik pertama saya adalah memilih satu tema utama setiap kali membuka aplikasi. Saya tidak mencoba menyelesaikan semua berita sekaligus. Dengan begitu, artikel panjang terasa seperti satu sesi belajar singkat, bukan pekerjaan rumah. Setelah selesai, saya menuliskan satu kalimat tentang inti berita. Cara sederhana ini membantu membedakan informasi yang benar-benar saya pahami dari bacaan yang hanya lewat di layar.
Trik kedua adalah memisahkan waktu membaca mendalam dari waktu memeriksa kabar terbaru. Kompas.id lebih kuat untuk sesi pertama. Jika saya membukanya sambil menunggu kendaraan atau di antara dua rapat, saya sering hanya membaca sebagian dan kehilangan alur. Untuk kondisi seperti itu, saya lebih memilih menyimpan waktu khusus ketika perhatian tidak terbagi. Ini bukan kelemahan teknis, melainkan konsekuensi dari format berita yang menekankan konteks.
Trik ketiga adalah menggunakan aplikasi sebagai dasar pertanyaan, bukan sebagai alasan berhenti mencari. Setelah membaca sebuah artikel, saya bertanya: data atau sudut pandang apa yang belum saya lihat? Apakah isu ini memiliki dampak lokal? Apakah ada perbedaan antara laporan faktual dan komentar? Kebiasaan tersebut membuat aplikasi lebih berguna bagi saya daripada sekadar membuka berita, menggulir, lalu menutupnya tanpa ingatan yang jelas.
Batasan yang perlu dipertimbangkan
Keterbatasan pertama adalah kedalaman bacaan membutuhkan komitmen waktu. Orang yang menginginkan berita sangat singkat mungkin akan merasa prosesnya terlalu lambat. Aplikasi ini bukan pilihan utama saya untuk sekadar mengetahui skor, jadwal, atau rangkuman satu kalimat. Untuk kebutuhan itu, agregator, kanal resmi, atau pencarian langsung biasanya lebih praktis.
Keterbatasan kedua berkaitan dengan sudut pandang. Karena saya membaca dari satu penerbit, pengalaman terasa lebih konsisten, tetapi tidak seluas layanan yang menggabungkan banyak media. Pada isu yang sensitif atau kompleks, saya tidak berhenti pada satu artikel. Membandingkan laporan tetap penting, terutama jika keputusan saya menyangkut uang, pekerjaan, kesehatan, atau pilihan politik.
Keterbatasan ketiga adalah pembelian dalam aplikasi. Harga per item berada dari sekitar Rp40.000 hingga sekitar Rp959.000, sehingga calon pengguna perlu memahami pilihan yang tersedia sebelum berkomitmen. Bagi pembaca sesekali, biaya tersebut mungkin terasa tidak sebanding dengan frekuensi pemakaian. Sebaliknya, bagi pembaca rutin yang benar-benar memanfaatkan bacaan mendalam, model berbayar dapat terasa wajar. Nilainya bergantung pada seberapa sering Anda membaca dan seberapa besar Anda menghargai pengalaman yang lebih terarah.
Saya juga tidak akan merekomendasikannya kepada orang yang membutuhkan berita dari banyak negara atau banyak bahasa dalam satu tempat. Aplikasi ini lebih sesuai untuk pembaca yang mencari konteks Indonesia dan nyaman dengan gaya baca yang serius. Jika prioritas Anda adalah personalisasi ekstrem, ringkasan otomatis, atau perpaduan luas dari berbagai penerbit, alternatif lain mungkin lebih cocok.
Hal yang sebaiknya diperhatikan ke depan
Saya akan memperhatikan bagaimana versi-versi berikutnya menjaga keseimbangan antara kedalaman dan kecepatan. Pembaca membutuhkan artikel lengkap, tetapi juga membutuhkan jalan yang mudah untuk menemukan bacaan yang paling relevan. Perkembangan yang ideal bukan sekadar menambah banyak pilihan, melainkan membantu saya memahami mana yang layak dibaca sekarang dan mana yang dapat ditunda.
Saya juga ingin melihat apakah pengalaman pengguna lama tetap terasa mulus setelah pembaruan. Aplikasi berita sering berkembang dengan menambah bagian baru, tetapi navigasi yang terlalu ramai bisa mengurangi fokus. Bagi saya, ukuran keberhasilan pembaruan adalah apakah saya dapat membuka artikel, membaca tanpa gangguan, kembali ke daftar berita, dan melanjutkan kebiasaan tersebut dengan mudah.
Hal lain yang patut dipantau adalah kejelasan hubungan antara akses gratis dan pembelian dalam aplikasi. Pembaca akan lebih nyaman jika mereka memahami pilihan yang tersedia sebelum menginvestasikan waktu untuk membangun rutinitas. Transparansi semacam itu penting karena aplikasi berita bukan hanya dipakai sekali; keputusan berlangganan atau membeli biasanya muncul setelah pengguna merasakan manfaatnya secara berulang.
Kesimpulan pengalaman saya
Kompas.id:Baca Berita Lengkap adalah aplikasi berita yang saya rekomendasikan kepada pembaca yang ingin memperlambat ritme konsumsi informasi dan memahami isu dengan lebih utuh. Kekuatan utamanya terletak pada fokus terhadap bacaan lengkap, identitas Harian Kompas, serta pengalaman yang lebih terarah dibandingkan linimasa sosial atau agregator yang terlalu ramai.
Saya tidak menganggapnya sebagai pengganti semua sumber berita. Untuk kabar tercepat, perbandingan lintas media, atau bacaan yang sangat singkat, pilihan lain bisa lebih efisien. Namun, jika Anda ingin menyediakan waktu khusus untuk membaca, mengikuti isu Indonesia dengan lebih serius, dan tidak keberatan mempertimbangkan pembelian dalam aplikasi, produk ini layak dicoba.
Penilaian saya akhirnya sederhana: gunakan aplikasi ini sebagai ruang membaca dan memahami konteks, bukan sebagai satu-satunya jendela terhadap dunia. Dengan kebiasaan membandingkan sumber dan memilih waktu baca yang tepat, Kompas.id dapat menjadi bagian yang berguna dari rutinitas informasi harian Anda.
Kelebihan
- Berita mendalam dengan sudut pandang jurnalistik yang kuat.
- Navigasi aplikasi rapi dan nyaman digunakan di berbagai ukuran layar.
- Tersedia artikel eksklusif yang tidak selalu ditemukan di media lain.
- Pembaca dapat mengikuti isu nasional secara lebih kontekstual.
- Konten multimedia memperkaya pengalaman membaca berita.
Kekurangan
- Sebagian besar artikel memerlukan langganan berbayar.
- Jumlah iklan dapat mengganggu kenyamanan pada beberapa halaman.
- Pembaruan berita cepat kalah dibanding aplikasi berita real-time.
- Beberapa fitur membutuhkan koneksi internet yang stabil.
- Pilihan topik hiburan dan berita ringan relatif terbatas.
FAQ untuk Kompas.id:Baca Berita Lengkap
Apa itu aplikasi Kompas.id: Baca Berita Lengkap?
Kompas.id: Baca Berita Lengkap adalah aplikasi berita digital yang menyediakan laporan jurnalistik, analisis, opini, dan informasi mendalam dari Kompas. Aplikasi ini dirancang untuk pembaca yang ingin mengikuti isu nasional maupun internasional secara lebih lengkap, bukan sekadar membaca judul atau ringkasan singkat. Kontennya mencakup politik, ekonomi, teknologi, olahraga, gaya hidup, dan berbagai topik aktual lainnya.
Apakah Kompas.id dapat digunakan secara gratis?
Aplikasi Kompas.id dapat diunduh dan dipasang secara gratis, tetapi tidak semua artikel atau fitur biasanya tersedia tanpa batas bagi pengguna umum. Sebagian konten premium memerlukan langganan atau akses akun tertentu. Sebelum berlangganan, sebaiknya periksa pilihan paket, masa berlaku, metode pembayaran, serta ketentuan perpanjangan otomatis yang ditampilkan di aplikasi atau toko aplikasi.
Apa saja fitur yang tersedia di Kompas.id?
Kompas.id umumnya menawarkan akses ke berita mendalam, artikel eksklusif, opini, laporan khusus, serta berbagai rubrik yang dapat dibaca melalui perangkat Android atau iOS. Pengguna juga dapat menemukan fitur pencarian, penyimpanan artikel, notifikasi berita, dan tampilan yang dioptimalkan untuk membaca. Ketersediaan fitur tertentu dapat berbeda berdasarkan versi aplikasi dan jenis langganan.
Apakah aplikasi Kompas.id memerlukan koneksi internet?
Sebagian besar fungsi Kompas.id memerlukan koneksi internet untuk memuat berita terbaru, gambar, video, dan pembaruan konten. Kualitas pengalaman membaca bergantung pada kestabilan jaringan yang digunakan. Jika aplikasi menyediakan opsi menyimpan atau mengunduh artikel, fitur tersebut dapat membantu membaca ketika koneksi terbatas, meskipun tidak semua konten mungkin tersedia secara offline.
Apakah Kompas.id aman digunakan dan perangkat apa yang didukung?
Kompas.id dapat digunakan pada perangkat Android dan iOS yang memenuhi persyaratan sistem dari versi aplikasi terbaru. Untuk keamanan, unduh aplikasi hanya melalui Google Play Store atau Apple App Store agar memperoleh versi resmi. Pengguna sebaiknya membaca izin yang diminta, membuat kata sandi yang kuat, dan selalu memperbarui aplikasi untuk mendapatkan perbaikan keamanan, stabilitas, serta kompatibilitas terbaru.
Kompas.id:Baca Berita Lengkap
Situs ini menyediakan informasi independen tentang aplikasi pihak ketiga dan tidak berafiliasi dengan, atau dimiliki, dikembangkan, maupun didistribusikan oleh, pemilik atau pengembang aplikasi apa pun yang ditampilkan di sini. Nama aplikasi, logo, dan merek dagang adalah milik masing-masing pemiliknya. Detail developer disediakan sebagai referensi; silakan hubungi developer secara langsung melalui hotline@kompas.id, kunjungi https://www.kompas.id, atau baca https://kompas.id/syarat-dan-ketentuan mereka.













